beritafifa2026 – Matchday ketiga Grup C Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu laga paling mendebarkan sepanjang turnamen berlangsung. Pertemuan antara raksasa Afrika, Maroko, melawan tim tangguh dari kawasan Karibia, Haiti, berubah menjadi panggung kejar-mengejar angka yang sangat dramatis. Bertempat di Atlanta Stadium yang bergemuruh pada Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, Singa Atlas berhasil menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya sebagai kekuatan elit sepak bola modern dengan membalikkan keadaan secara fantastis dan menutup laga dengan kemenangan telak 4-2.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa bagi Maroko. Hasil positif ini secara resmi mengunci posisi mereka sebagai runner-up Grup C dengan koleksi total tujuh poin, tepat di bawah Brasil yang kokoh di puncak klasemen. Dengan hasil ini, tiket berharga menuju babak 32 besar berada aman di genggaman Achraf Hakimi dan kawan-kawan. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan yang memilukan bagi Haiti. Skuad asuhan Sebastien Migne tersebut harus angkat koper dari turnamen tanpa memetik satu poin pun setelah menelan tiga kekalahan beruntun di fase grup.
Kejutan Menit Awal dan Petaka Gol Bunuh Diri
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit, Maroko langsung mengambil inisiatif menyerang demi mencari gol cepat. Skema ofensif 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Mohamed Ouahbi langsung menekan lini pertahanan Haiti yang dikomandoi oleh Ricardo Ade. Baru memasuki menit keenam, gelandang berbakat Bilal El Khannouss hampir saja membuka keunggulan melalui peluang matang di dalam kotak penalti. Namun, kiper andalan Haiti, Johny Placide, melakukan penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas tersebut.
Asyik menyerang, petaka justru menghampiri lini belakang Maroko pada menit ke-10. Melalui sebuah skema serangan balik cepat yang dibangun oleh lini tengah Haiti, kemelut terjadi di depan gawang Maroko. Bola liar yang salah diantisipasi justru mengenai penjaga gawang veteran Yassine Bounou, atau yang akrab disapa Bono. Bola meluncur deras ke dalam gawang sendiri, membuat papan skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Haiti. Gol bunuh diri ini sempat meruntuhkan moral bermain kubu Maroko dan mengejutkan ribuan suporter mereka yang hadir di stadion.
Respons Singa Atlas dan Kejar-Kejaran Gol Sebelum Turun Minum
Tertinggal satu gol memaksa Maroko menaikkan intensitas serangan mereka ke tingkat tertinggi. Lini tengah yang dikomandoi Sofyan Amrabat bekerja keras memotong aliran bola lawan dan mendistribusikannya ke sayap agresif yang dihuni oleh Brahim Diaz dan Ismael Saibari. Gempuran demi gempuran terus dilancarkan, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketangguhan Johny Placide di bawah mistar gawang Haiti sempat membuat frustrasi lini depan Maroko.
Momen yang dinanti-nanti publik Maroko akhirnya tiba pada menit ke-39. Berawal dari kemelut hasil sepak pojok, bola liar jatuh di kaki sang kapten sekaligus bek kanan andalan, Achraf Hakimi. Dengan ketenangan luar biasa, bintang Paris Saint-Germain tersebut melepaskan tembakan terukur yang sukses menggetarkan jala gawang Haiti. Laga sempat terhenti sejenak karena wasit harus meninjau ulang proses terjadinya gol melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah beberapa momen yang menegangkan, wasit akhirnya menunjuk titik tengah dan mengesahkan gol penyeimbang tersebut. Skor berubah menjadi 1-1.
Namun, kegembiraan kubu Maroko tidak bertahan lama. Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-43, Haiti kembali mengejutkan lini pertahanan Singa Atlas. Penyerang tajam Wilson Isidor melepaskan sebuah tembakan spektakuler dari luar kotak penalti yang bersarang telak di pojok atas gawang Bono. Gol indah tersebut membawa Haiti kembali memimpin 2-1 dan tampaknya akan menutup babak pertama dengan keunggulan tim Karibia.
Mentalitas juara Maroko kembali diuji di masa kritis ini. Tepat pada masa injury time babak pertama, Ismael Saibari muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Haiti yang mengira babak pertama akan segera berakhir, Saibari berhasil menyelinap dan mengonversi peluang menjadi gol penyama kedudukan. Skor imbang 2-2 menjadi penutup paruh pertama pertandingan yang berjalan sangat sengit ini.
Dominasi Total Babak Kedua dan Penentuan Kelolosan
Memasuki babak kedua, pelatih Mohamed Ouahbi tampaknya memberikan instruksi khusus di ruang ganti agar anak asuhnya bermain lebih sabar namun mematikan. Hasilnya terlihat jelas di lapangan. Maroko mendominasi penguasaan bola secara penuh dan mengurung pertahanan Haiti. Pada menit ke-60, Bilal El Khannouss kembali mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol, tetapi lagi-lagi kiper Johny Placide memperlihatkan kelasnya dengan menepis bola keluar lapangan.
Tekanan yang dilancarkan secara masif tanpa henti oleh Singa Atlas akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-78. Berawal dari tusukan tajam di sektor sayap, bola dikirimkan ke dalam kotak penalti Haiti dan menciptakan situasi chaos. Soufiane Rahimi yang bergerak bebas dengan cerdik menyambar bola liar tersebut untuk merobek gawang Haiti. Gol ini membawa Maroko berbalik unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan ini dengan skor 3-2. Stadion Atlanta pun bergemuruh menyambut gol dramatis tersebut.
Di sisa waktu pertandingan, Haiti yang tidak mau menyerah begitu saja mencoba keluar dari tekanan dan memberikan respons. Pelatih Sebastien Migne memasukkan beberapa tenaga baru untuk menyegarkan lini serang mereka. Namun, barisan pertahanan Maroko yang digalang oleh Chadi Riad dan Redouane Halhal tampil jauh lebih solid dan disiplin dibandingkan pada babak pertama, sukses meredam setiap upaya yang dibangun oleh pemain lawan.
Kemenangan fantastis Maroko akhirnya dikunci pada menit ke-89 melalui aksi pemain pengganti Gessime Yassine. Memanfaatkan kelonggaran di lini belakang Haiti yang asyik menyerang untuk menyamakan kedudukan, Yassine melepaskan tembakan akurat yang memastikan kemenangan timnya menjadi 4-2. Sama seperti gol pertama, wasit sempat melakukan pengecekan mendalam via VAR sebelum akhirnya menyatakan gol tersebut sah dan legal. Peluit panjang berbunyi tidak lama kemudian, menandai kelolosan dramatis Maroko ke babak berikutnya.
Menatap Babak 32 Besar dengan Percaya Diri
Keberhasilan bangkit dari ketertinggalan sebanyak dua kali dalam satu pertandingan menunjukkan bahwa Maroko memiliki kematangan taktik dan mentalitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi turnamen internasional sebesar Piala Dunia. Finis di posisi kedua di bawah Brasil di Grup C adalah pencapaian luar biasa yang membuktikan konsistensi performa luar biasa mereka sejak kesuksesan di edisi Piala Dunia sebelumnya.
Kini, tim asuhan Mohamed Ouahbi dapat menatap babak 32 besar dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Perbaikan di sektor pertahanan tentu akan menjadi catatan penting bagi tim pelatih sebelum menghadapi lawan yang dipastikan akan jauh lebih berat di fase gugur nanti. Namun untuk saat ini, publik sepak bola Maroko layak merayakan keberhasilan dramatis para pahlawan mereka yang sekali lagi berhasil mengharumkan nama Benua Afrika di kancah dunia.
Susunan Pemain Resmi Kedua Tim:
-
Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Chadi Riad, Anass Salah-Eddine; Sofyan Amrabat, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss; Ayoub El Kaabi.
-
Pelatih: Mohamed Ouahbi
-
-
Haiti (4-4-2): Johny Placide; Jean-Kevin Duverne, Ricardo Ade, Hannes Delcroix, Martin Experience; Josue Casimir, Danley Jean Jacques, Jean-Ricner Bellegarde, Ruben Providence; Wilson Isidor, Lenny Joseph.
-
Pelatih: Sebastien Migne
-