UEFA Futsal Euro 2026 akhirnya menutup perjalanan panjangnya dengan menghadirkan final berkelas antara Portugal dan Spanyol. Turnamen yang dimulai pada 21 Januari tersebut berakhir pada 7 Februari 2026 dengan Spanyol kembali berdiri sebagai penguasa futsal Eropa.
Kompetisi diikuti 16 negara dan diselenggarakan di Latvia, Lithuania, serta Slovenia. Fase gugur dibuka melalui pertandingan perempat final di Riga dan Kaunas, sedangkan rangkaian penentu gelar dilanjutkan di Arena Stožice, Ljubljana.
Pencarian mengenai hasil lengkap Futsal Euro 2026 tidak hanya berpusat pada siapa yang mengangkat trofi. Perjalanan dari fase grup juga menghadirkan banyak cerita menarik: Armenia menjuarai grup pada penampilan perdananya, Belgia lolos dari persaingan tiga tim berpoin sama, Kroasia kembali mencapai semifinal, dan Portugal hampir mencatat hat-trick gelar.
Pada akhirnya, Spanyol menjadi tim yang paling lengkap. Mereka memiliki ketajaman, pengalaman, rotasi pemain yang stabil, dan kemampuan beradaptasi saat pertandingan berubah menjadi lebih ketat.
Ringkasan Futsal Euro 2026
Berikut gambaran singkat hasil akhir turnamen:
| Informasi | Hasil |
|---|---|
| Juara | Spanyol |
| Runner-up | Portugal |
| Peringkat ketiga | Kroasia |
| Peringkat keempat | Prancis |
| Skor final | Portugal 3-5 Spanyol |
| Pemain terbaik | Antonio Pérez |
| Top skor | Antonio Pérez dan Souheil Mouhoudine |
| Jumlah gol top skor | 7 gol |
| Tuan rumah | Latvia, Lithuania, dan Slovenia |
| Periode turnamen | 21 Januari–7 Februari 2026 |
Spanyol merebut gelar kedelapan setelah mengalahkan Portugal 5-3. Sementara itu, Kroasia finis di posisi ketiga setelah bermain imbang 5-5 melawan Prancis dan menang 6-5 melalui adu penalti.
Hasil Lengkap Fase Grup Futsal Euro 2026
Fase grup terdiri atas empat grup dengan masing-masing empat tim. Dua tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke babak perempat final.
Seluruh skor berikut mengikuti rekap pertandingan resmi UEFA.
Grup A: Prancis dan Kroasia Melaju Tanpa Kekalahan
Grup A dihuni Prancis, Kroasia, Latvia, dan Georgia. Prancis menempati posisi pertama dengan tujuh poin, sedangkan Kroasia berada di urutan kedua dengan lima poin.
Hasil pertandingan Grup A
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 21 Januari | Kroasia vs Prancis | 2-2 |
| 21 Januari | Latvia vs Georgia | 4-0 |
| 25 Januari | Kroasia vs Georgia | 2-2 |
| 25 Januari | Prancis vs Latvia | 5-0 |
| 28 Januari | Latvia vs Kroasia | 1-4 |
| 28 Januari | Georgia vs Prancis | 1-3 |
Klasemen akhir Grup A
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Prancis | 3 | 2 | 1 | 0 | 10-3 | 7 |
| 2 | Kroasia | 3 | 1 | 2 | 0 | 8-5 | 5 |
| 3 | Latvia | 3 | 1 | 0 | 2 | 5-9 | 3 |
| 4 | Georgia | 3 | 0 | 1 | 2 | 3-9 | 1 |
Prancis terlihat paling konsisten setelah hasil imbang melawan Kroasia. Kemenangan 5-0 atas Latvia kemudian memberi mereka keunggulan selisih gol yang kuat.
Kroasia tidak selalu tampil dominan, tetapi ketangguhan mereka terlihat dari keberhasilan melewati fase grup tanpa kekalahan. Hasil tersebut menjadi fondasi penting sebelum Kroasia melangkah hingga perebutan peringkat ketiga.
Grup B: Armenia Muncul sebagai Kejutan
Armenia menjadi salah satu cerita paling segar dalam turnamen. Mereka langsung mengalahkan Ukraina, menundukkan Ceko dalam pertandingan sembilan gol, lalu menahan Lithuania.
Hasil pertandingan Grup B
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 22 Januari | Armenia vs Ukraina | 2-1 |
| 22 Januari | Lithuania vs Ceko | 3-3 |
| 25 Januari | Armenia vs Ceko | 5-4 |
| 25 Januari | Ukraina vs Lithuania | 4-1 |
| 28 Januari | Ceko vs Ukraina | 3-5 |
| 28 Januari | Lithuania vs Armenia | 3-3 |
Klasemen akhir Grup B
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Armenia | 3 | 2 | 1 | 0 | 10-8 | 7 |
| 2 | Ukraina | 3 | 2 | 0 | 1 | 10-6 | 6 |
| 3 | Lithuania | 3 | 0 | 2 | 1 | 7-10 | 2 |
| 4 | Ceko | 3 | 0 | 1 | 2 | 10-13 | 1 |
Kemenangan Armenia atas Ukraina pada pertandingan pertama memberikan pengaruh besar terhadap klasemen. Karena Armenia langsung mengalahkan pesaing terkuatnya, mereka memiliki ruang lebih nyaman untuk mengelola dua laga berikutnya. Akibatnya, hasil seri pada pertandingan terakhir sudah cukup mengamankan status juara grup.
Ukraina tetap menunjukkan ketajaman dengan mencetak sembilan gol dalam dua laga terakhir. Namun, kekalahan pembuka membuat mereka harus puas finis sebagai runner-up.
Grup C: Spanyol Dominan, Tiga Tim Berebut Satu Tiket
Spanyol menjadi satu-satunya tim yang benar-benar mendominasi Grup C. Mereka menyelesaikan tiga pertandingan dengan kemenangan, mencetak 16 gol, dan hanya kemasukan empat kali.
Hasil pertandingan Grup C
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 23 Januari | Belarus vs Belgia | 0-4 |
| 23 Januari | Slovenia vs Spanyol | 1-4 |
| 26 Januari | Belarus vs Spanyol | 0-2 |
| 26 Januari | Belgia vs Slovenia | 4-5 |
| 29 Januari | Slovenia vs Belarus | 2-3 |
| 29 Januari | Spanyol vs Belgia | 10-3 |
Klasemen akhir Grup C
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Spanyol | 3 | 3 | 0 | 0 | 16-4 | 9 |
| 2 | Belgia | 3 | 1 | 0 | 2 | 11-15 | 3 |
| 3 | Slovenia | 3 | 1 | 0 | 2 | 8-11 | 3 |
| 4 | Belarus | 3 | 1 | 0 | 2 | 3-8 | 3 |
Belgia, Slovenia, dan Belarus sama-sama mengoleksi tiga poin. Belgia memperoleh posisi kedua melalui perhitungan head-to-head di antara ketiga tim yang memiliki poin sama.
Pertandingan Spanyol melawan Belgia menjadi hasil terbesar pada fase grup. Kemenangan 10-3 memperlihatkan kualitas serangan La Roja, tetapi juga menunjukkan keberanian Belgia untuk tetap bermain terbuka walaupun menghadapi tim unggulan.
Mengapa Spanyol Begitu Sulit Dihentikan?
Spanyol tidak bergantung pada satu pola serangan. Mereka mampu membangun permainan dengan penguasaan bola, melakukan tekanan setelah kehilangan bola, dan mempercepat tempo ketika melihat ruang di belakang pertahanan lawan.
Karena Belgia mencoba meladeni permainan terbuka, jarak antarpemain mereka menjadi lebih renggang. Akibatnya, Spanyol mendapatkan lebih banyak ruang untuk melakukan rotasi dan menciptakan peluang bersih.
Grup D: Portugal Menunjukkan Status Juara Bertahan
Portugal menyapu tiga pertandingan dan menjadi juara Grup D dengan sembilan poin. Italia mengambil tiket kedua setelah unggul atas Hungaria, sementara Polandia mengakhiri turnamen tanpa poin.
Hasil pertandingan Grup D
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 24 Januari | Italia vs Portugal | 2-6 |
| 24 Januari | Hungaria vs Polandia | 4-2 |
| 27 Januari | Hungaria vs Portugal | 1-5 |
| 27 Januari | Polandia vs Italia | 0-4 |
| 29 Januari | Portugal vs Polandia | 3-2 |
| 29 Januari | Italia vs Hungaria | 2-2 |
Klasemen akhir Grup D
| Posisi | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Portugal | 3 | 3 | 0 | 0 | 14-5 | 9 |
| 2 | Italia | 3 | 1 | 1 | 1 | 8-8 | 4 |
| 3 | Hungaria | 3 | 1 | 1 | 1 | 7-9 | 4 |
| 4 | Polandia | 3 | 0 | 0 | 3 | 4-11 | 0 |
Portugal mengirim sinyal kuat sejak kemenangan 6-2 atas Italia. Tim asuhan Jorge Braz memperlihatkan perpindahan permainan cepat, ketenangan saat menguasai bola, dan banyak pemain yang mampu mencetak gol.
Namun, kemenangan tipis 3-2 atas Polandia juga memperlihatkan bahwa pertandingan terakhir fase grup tidak sepenuhnya mudah. Portugal tetap menang, tetapi Polandia berhasil membuat laga berlangsung lebih ketat daripada perkiraan.
Hasil Babak Perempat Final
Delapan tim yang lolos kemudian bertemu dalam pertandingan gugur. Tidak ada kesempatan memperbaiki kesalahan karena satu kekalahan langsung mengakhiri perjalanan menuju gelar.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 31 Januari | Prancis vs Ukraina | 4-2 setelah perpanjangan waktu |
| 31 Januari | Armenia vs Kroasia | 0-3 |
| 1 Februari | Portugal vs Belgia | 8-2 |
| 1 Februari | Spanyol vs Italia | 4-0 |
Prancis harus bekerja hingga perpanjangan waktu untuk melewati Ukraina. Kroasia tampil lebih efektif ketika menghentikan kejutan Armenia, sedangkan dua tim Iberia memperoleh kemenangan meyakinkan.
Portugal dan Spanyol Tampil Tanpa Kompromi
Portugal mengalahkan Belgia 8-2, sementara Spanyol menyingkirkan Italia 4-0. Kedua hasil tersebut memperbesar kemungkinan terjadinya final antara dua kekuatan terbesar turnamen.
Antonio Pérez mencetak dua gol dalam kemenangan Spanyol atas Italia. Gol-gol tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanannya menuju gelar top skor.
Kemenangan telak tidak hanya lahir dari kualitas menyerang. Portugal dan Spanyol mampu mengambil kendali lebih awal, sehingga lawan harus mengejar skor dan meninggalkan ruang lebih besar di area pertahanan.
Hasil Semifinal Futsal Euro 2026
Pertandingan semifinal berlangsung pada 4 Februari di Ljubljana.
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Kroasia vs Spanyol | 1-2 |
| Prancis vs Portugal | 1-4 |
Spanyol menjalani pertandingan yang jauh lebih berat dibandingkan perempat final. Kroasia mempertahankan bentuk permainan dengan disiplin dan membatasi ruang di sekitar area penalti. Walaupun demikian, Spanyol tetap menemukan jalan untuk menang 2-1.
Portugal tampil lebih dominan ketika menghadapi Prancis. Kemenangan 4-1 mengantarkan mereka ke final ketiga secara beruntun dan membuka peluang mempertahankan gelar sekali lagi.
Perebutan Peringkat Ketiga: Prancis 5-5 Kroasia
Pertandingan Prancis melawan Kroasia menjadi salah satu laga paling dramatis. Kedua tim bermain imbang 5-5 sebelum Kroasia menang 6-5 melalui adu penalti.
Souheil Mouhoudine mencetak gol penyeimbang bagi Prancis pada penghujung pertandingan. Gol tersebut membuat koleksinya menjadi tujuh dan membawanya menyamai Antonio Pérez dalam daftar pencetak gol terbanyak.
Kroasia pantas mendapatkan penghargaan atas ketahanan mentalnya. Setelah kalah tipis dari Spanyol di semifinal, mereka tidak kehilangan semangat meskipun terlibat dalam pertandingan terbuka dengan banyak perubahan momentum.
Final Futsal Euro 2026: Portugal 3-5 Spanyol
Final berlangsung pada 7 Februari 2026 di Arena Stožice, Ljubljana. Spanyol menang 5-3 dan menghentikan ambisi Portugal untuk meraih gelar ketiga secara beruntun.
Jalannya Pertandingan Final
Spanyol membuka skor melalui Antonio Pérez ketika pertandingan baru berjalan 78 detik. Tidak lama kemudian, José Raya menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Portugal tidak menyerah. Afonso Jesus memperkecil ketertinggalan sebelum Rúben Góis menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Menjelang turun minum, Antonio Pérez membawa Spanyol kembali unggul melalui tendangan penalti sepuluh meter.
Pada babak kedua, Pauleta membuat skor menjadi 3-3. Pertandingan kembali terbuka dan terlihat dapat dimenangkan oleh siapa pun.
Antonio Pérez kemudian menyelesaikan hat-trick pada menit ke-35. Adolfo menambahkan gol kelima pada detik-detik terakhir untuk memastikan kemenangan Spanyol. Hat-trick Antonio menjadi hat-trick pertama dalam final kompetisi tersebut selama 30 tahun.
Mengapa Spanyol Menjadi Juara?
Ada beberapa hal yang membuat Spanyol lebih unggul dalam pertandingan penentu:
- Memulai pertandingan dengan intensitas tinggi
- Memaksimalkan kesalahan Portugal menjadi gol
- Tetap tenang setelah keunggulan dua gol menghilang
- Memiliki Antonio Pérez dalam performa terbaik
- Menjaga kualitas serangan sampai menit terakhir
Portugal dua kali berhasil menyamakan skor. Namun, usaha mengejar pertandingan menguras energi dan memaksa mereka mengambil risiko lebih besar.
Karena Portugal harus terus membuka permainan, Spanyol memperoleh ruang untuk melakukan serangan balik pada fase akhir. Akibatnya, La Roja mampu mencetak dua gol penentu dan menutup pertandingan dengan keunggulan 5-3.
Gelar Kedelapan Spanyol
Kemenangan tersebut menjadi gelar UEFA Futsal Euro kedelapan bagi Spanyol. Mereka mencapainya setelah menunggu sepuluh tahun sejak gelar sebelumnya dan tetap menjadi negara tersukses dalam sejarah kompetisi. Tidak ada negara lain yang mengoleksi lebih dari dua gelar.
Daftar Top Skor Futsal Euro 2026
Antonio Pérez dan Souheil Mouhoudine berbagi penghargaan pencetak gol terbanyak dengan masing-masing tujuh gol.
| Posisi | Pemain | Negara | Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Antonio Pérez | Spanyol | 7 |
| 1 | Souheil Mouhoudine | Prancis | 7 |
| 3 | Omar Rahou | Belgia | 6 |
| 4 | Mellado | Spanyol | 4 |
| 4 | José Raya | Spanyol | 4 |
| 4 | Diogo Santos | Portugal | 4 |
| 4 | Pany Varela | Portugal | 4 |
| 4 | Rúben Góis | Portugal | 4 |
| 4 | Ouassini Guirio | Prancis | 4 |
| 4 | Julio De Oliveira | Italia | 4 |
Antonio Pérez mencetak gol pada fase grup melawan Slovenia dan Belgia, membuat dua gol di perempat final melawan Italia, lalu menghasilkan hat-trick pada final. Mouhoudine mencetak tiga gol pada fase grup, hat-trick melawan Ukraina, dan satu gol dalam pertandingan perebutan posisi ketiga.
Antonio Pérez Menjadi Pemain Terbaik
Antonio Pérez terpilih sebagai pemain terbaik turnamen oleh tim pengamat teknis UEFA. Pemain Spanyol tersebut menyelesaikan enam pertandingan dengan tujuh gol dan dua assist.
Penghargaan tersebut terasa layak karena kontribusinya muncul pada pertandingan-pertandingan penting. Ia tidak sekadar mengumpulkan gol ketika Spanyol unggul besar, tetapi juga menjadi penentu dalam perempat final dan final.
Tim Terbaik Turnamen
UEFA memilih lima pemain dalam Team of the Tournament:
- Bernardo Paçó — Portugal
- Antonio Pérez — Spanyol
- Mellado — Spanyol
- Pany Varela — Portugal
- Pablo Ramirez — Spanyol
Spanyol menyumbangkan tiga pemain, sedangkan Portugal menempatkan dua nama. Pemilihan ini menggambarkan dominasi kedua finalis sepanjang kompetisi.
Review Futsal Euro 2026
Turnamen yang Tidak Kehabisan Gol
Dari sisi tontonan, turnamen ini terasa hidup karena banyak tim berani bermain agresif. Armenia mengalahkan Ceko 5-4, Spanyol menghancurkan Belgia 10-3, Portugal menang 8-2 pada perempat final, dan pertandingan posisi ketiga menghasilkan skor 5-5.
Namun, banyaknya gol tidak membuat pertandingan kehilangan unsur taktik. Ketika memasuki semifinal, laga menjadi lebih rapat. Spanyol hanya menang 2-1 atas Kroasia, menandakan bahwa organisasi pertahanan tetap berpengaruh besar pada level tertinggi.
Kejutan Armenia Layak Diapresiasi
Armenia menjadi tim yang terasa menyegarkan. Mereka bermain tanpa rasa takut, mengalahkan Ukraina, dan menutup fase grup tanpa kekalahan.
Perjalanan mereka berhenti setelah kalah 0-3 dari Kroasia. Hasil tersebut memperlihatkan perbedaan antara tampil mengejutkan pada fase grup dan menghadapi pertandingan gugur yang membutuhkan pengendalian emosi lebih kuat.
Meski tidak mencapai semifinal, status juara grup tetap menjadi pencapaian penting dan membuat perjalanan Armenia patut dikenang.
Kroasia Menjadi Tim Paling Tangguh Secara Mental
Kroasia tidak selalu menghasilkan skor besar, tetapi mereka sulit dikalahkan. Tim ini menahan Prancis, melewati fase grup tanpa kekalahan, menyingkirkan Armenia, menyulitkan Spanyol, lalu memenangi adu penalti atas Prancis.
Permainan Kroasia tidak selalu paling indah, tetapi efektivitas dan ketenangannya terasa nyata. Mereka tahu kapan harus memperlambat tempo dan kapan mengambil risiko.
Final Memenuhi Ekspektasi
Final Portugal melawan Spanyol memiliki hampir semua unsur yang diharapkan dari pertandingan besar: gol cepat, kebangkitan, skor imbang, penalti sepuluh meter, hat-trick, dan gol pengunci pada akhir laga.
Spanyol terlihat lebih matang saat memasuki lima menit terakhir. Portugal tetap menekan, tetapi Spanyol tidak panik. Perbedaan ketenangan tersebut akhirnya menjadi salah satu alasan mengapa trofi kembali ke tangan La Roja.
Dampak Hasil Futsal Euro 2026
Gelar Spanyol menunjukkan bahwa mereka masih menjadi standar tertinggi futsal Eropa. Setelah satu dekade tanpa trofi Euro, kemenangan ini juga menjadi bukti keberhasilan mereka menggabungkan pemain berpengalaman dengan generasi baru.
Portugal gagal meraih gelar ketiga secara beruntun, tetapi perjalanan menuju final tetap memperlihatkan posisi mereka sebagai kekuatan utama. Mereka memenangi lima pertandingan sebelum akhirnya dikalahkan Spanyol.
Prancis dan Kroasia juga menunjukkan perkembangan penting. Prancis memiliki pencetak gol terbanyak serta pemberi assist terbanyak, sedangkan Kroasia membuktikan bahwa kedisiplinan dapat membawa sebuah tim bersaing hingga hari terakhir.
Karena kualitas tim penantang terus meningkat, persaingan pada edisi berikutnya berpotensi menjadi lebih terbuka. Spanyol dan Portugal tetap menjadi favorit, tetapi Armenia, Kroasia, Prancis, Ukraina, serta negara lainnya telah menunjukkan bahwa jarak kekuatan semakin mengecil.
FAQ tentang Hasil Lengkap Futsal Euro 2026
1. Siapa juara Futsal Euro 2026?
Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Portugal dengan skor 5-3 pada pertandingan final di Arena Stožice, Ljubljana. Gelar tersebut merupakan trofi kedelapan Spanyol.
2. Siapa pencetak gol terbanyak Futsal Euro 2026?
Antonio Pérez dari Spanyol dan Souheil Mouhoudine dari Prancis menjadi top skor bersama. Keduanya mencetak tujuh gol selama putaran final.
3. Negara mana yang meraih peringkat ketiga?
Kroasia finis di posisi ketiga setelah bermain imbang 5-5 dengan Prancis dan menang 6-5 dalam adu penalti.
4. Di mana Futsal Euro 2026 diselenggarakan?
Turnamen berlangsung di Latvia, Lithuania, dan Slovenia. Pertandingan penentu, termasuk semifinal serta final, dimainkan di Ljubljana.
5. Siapa pemain terbaik Futsal Euro 2026?
Antonio Pérez dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Ia mencatat tujuh gol dan dua assist dalam enam pertandingan serta menghasilkan hat-trick pada final.
Kesimpulan
Hasil lengkap Futsal Euro 2026 menempatkan Spanyol sebagai juara setelah menjalani enam pertandingan tanpa kekalahan dan menundukkan Portugal 5-3 dalam final yang penuh perubahan momentum. Antonio Pérez menjadi tokoh utama melalui tujuh gol, hat-trick pada partai puncak, dan penghargaan pemain terbaik. Di balik dominasi dua finalis, turnamen ini juga menghadirkan keberanian Armenia, ketangguhan Kroasia, ketajaman Prancis, serta persaingan fase grup yang sulit diprediksi. Kombinasi permainan cepat, banyak gol, duel taktis, dan tekanan emosional menjadikan edisi 2026 sebagai salah satu perjalanan futsal Eropa yang paling menarik untuk diikuti dari fase grup hingga pengangkatan trofi.