0 Comments

beritafifa2026 – Tim Nasional Prancis mengirimkan pesan peringatan yang sangat impresif kepada seluruh pesaing mereka di Piala Dunia 2026. Menghadapi Norwegia dalam laga pamungkas babak penyisihan Grup I yang berlangsung sengit di Boston Stadium, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB, armada Les Bleus sukses memetik kemenangan telak dengan skor akhir 4-1.

Babak Pertama Norwegia vs Prancis

Pahlawan mutlak dalam pesta kemenangan tim Ayam Jantan kali ini tidak lain adalah winger lincah mereka, Ousmane Dembele. Pemain asal klub Paris Saint-Germain tersebut tampil dalam performa puncaknya dengan memborong tiga gol alias hat-trick di babak pertama. Tambahan satu gol dari pemain muda Desire Doue di penghujung laga menyempurnakan malam magis pasukan Didier Deschamps, sementara Norwegia hanya mampu membalas sekali melalui aksi individu gemilang Thelo Aasgaard.

Dengan hasil memuaskan ini, Prancis kokoh di puncak klasemen dan berhak menyandang status sebagai juara Grup I setelah menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan. Catatan impresif ini mengulangi sejarah manis edisi Piala Dunia 1998 silam, di mana kala itu Prancis yang juga menyapu bersih fase grup akhirnya keluar sebagai juara dunia di akhir turnamen. Di sisi lain, meskipun menelan kekalahan pahit, Norwegia tetap dipastikan melangkah ke babak gugur 32 besar mendampingi Prancis dengan status sebagai runner-up grup.

Babak Pertama: Badai Serangan Kilat Prancis dan Magis Hat-trick Dembele

Memasuki lapangan dengan tensi tinggi, pelatih Norwegia, Stale Solbakken, sebenarnya mengambil keputusan yang terbilang sangat berisiko. Demi menjaga kebugaran fisik skuad utamanya untuk mengarungi babak 32 besar—mengingat tiket lolos sejatinya sudah aman di tangan—Solbakken merombak total starting eleven miliknya. Sebanyak 10 perubahan krusial dilakukan pada susunan pemain inti Norwegia.

Keputusan merombak lini pertahanan tersebut nyaris berbuah petaka instan bagi Norwegia. Pertandingan baru berjalan 22 detik ketika megabintang Prancis, Kylian Mbappe, lepas dari kawalan dan melepaskan tembakan keras dari sisi kanan menumpukan lini belakang lawan. Beruntung bagi Norwegia, bola hasil sepakan Mbappe tersebut hanya membentur mistar gawang Egil Selvik, yang sekaligus menggagalkan terciptanya salah satu gol tercepat dalam sejarah panjang kompetisi Piala Dunia.

Prancis tidak mengendurkan tekanan sedikit pun. Gelandang jangkar Manu Kone sempat menguji kesigapan kiper Egil Selvik lewat tembakan spekulasi jarak jauh. Kebuntuan yang dinanti-nanti pendukung Prancis akhirnya pecah pada menit-menit berikutnya. Berawal dari skema serangan yang tertata rapi, Ousmane Dembele mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Dengan penyelesaian akhir yang dingin dan keras, Dembele menghujamkan bola ke dalam jaring gawang tanpa bisa dihalau oleh Selvik. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Prancis.

Tertinggal satu gol, Norwegia mencoba bangkit keluar menyerang. Peluang emas sejatinya sempat didapatkan oleh striker Jørgen Strand Larsen yang memanfaatkan kemelut akibat bola liar tepat di depan gawang Mike Maignan. Sayangnya, eksekusi tendangan voli jarak dekat yang dilepaskan Strand Larsen justru melambung jauh di atas mistar gawang. Sebuah pemandangan yang disesali oleh seluruh bangku cadangan Norwegia.

Kegagalan Norwegia memanfaatkan peluang langsung dihukum dengan kejam oleh serangan balik kilat Prancis. Bola dialirkan cepat ke sisi sayap, tempat di mana Dembele berada dalam posisi satu lawan satu dengan bek lawan. Lewat aksi gocekan khasnya, Dembele memotong ke dalam sebelum melepaskan sepakan melengkung yang sangat akurat ke pojok tiang jauh gawang Norwegia. Skor melebar menjadi 2-0.

Namun, keunggulan nyaman dua gol tersebut secara mengejutkan hanya bertahan dalam hitungan detik. Tepat setelah melakukan kick-off pasca-gol, para pemain Norwegia melancarkan serangan kejutan. Gelandang muda berbakat, Thelo Aasgaard, melakukan aksi individu menawan melewati adangan dua pemain tengah Prancis. Tanpa diduga, Aasgaard melepaskan tembakan roket melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang telak di pojok gawang Mike Maignan. Gol spektakuler ini langsung memperkecil kedudukan menjadi 2-1 sekaligus membakar kembali semangat juang tim asal Eropa Utara tersebut.

Meskipun Norwegia mendapatkan momentum, performa luar biasa Ousmane Dembele malam itu benar-benar tidak terbendung. Menjelang turun minum, sang winger kembali menunjukkan magisnya sekaligus melengkapi torehan hat-trick. Menerima umpan manis di sisi kanan, Dembele menggiring bola menusuk ke arah kotak penalti, mengelabui barisan pertahanan dengan kaki kanannya, lalu memindahkan bola ke kaki kirinya untuk melepaskan tembakan melengkung mematikan yang kembali merobek sudut gawang Egil Selvik. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan meyakinkan Prancis 3-1.

Babak Kedua: Tembok Kokoh Maignan dan Gol Penutup Desire Doue

Memasuki paruh kedua pertandingan, jalannya laga tidak berkurang sedikit pun dari segi intensitas. Norwegia yang enggan menyerah begitu saja langsung berupaya menekan sejak peluit pertama ditiupkan. Upaya agresif mereka membuahkan hasil manis di awal babak kedua ketika pergerakan lincah Oscar Bobb di dalam kotak terlarang harus dihentikan secara paksa melalui pelanggaran keras oleh bek kiri Prancis, Theo Hernandez. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti berharga bagi Norwegia.

Jorgen Strand Larsen maju sebagai eksekutor dengan beban berat di pundaknya demi menghidupkan kembali asa negaranya. Sang penyerang melepaskan tembakan mendatar yang cukup bertenaga ke arah sudut bawah. Namun, kiper utama Prancis, Mike Maignan, menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia saat ini. Dengan refleks secepat kilat, Maignan menjatuhkan badannya secara tepat dan berhasil menepis bola keluar lapangan. Penyelamatan gemilang ini menorehkan sejarah tersendiri, menjadikan Maignan sebagai penjaga gawang pertama yang sukses menggagalkan eksekusi penalti pada putaran final Piala Dunia edisi kali ini.

Keberhasilan Maignan menepis penalti tersebut tampak meruntuhkan mentalitas menyerang Norwegia secara perlahan. Tak berselang lama, Oscar Bobb sebenarnya kembali mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan terobosan manja dari lini tengah yang dikomandoi Aasgaard. Namun, penyelesaian akhir pemain sayap Manchester City tersebut masih terlalu lemah dan mengarah tepat ke dalam pelukan Maignan.

Melihat situasi pertandingan yang mulai terkendali, Prancis mulai menurunkan tempo permainan dan melakukan rotasi taktis guna menghemat energi para pemain pilar mereka. Di sisi lain, Norwegia yang menyadari bahwa posisi mereka sebagai runner-up grup relatif aman, juga tampak lebih fokus untuk menjaga kondisi fisik para pemain utama mereka agar terhindar dari cedera fatal sebelum menghadapi laga hidup-mati di babak 32 besar mendatang.

Ketika pertandingan seolah-olah akan berakhir dengan skor 3-1, Prancis justru memberikan kejutan pamungkas pada masa injury time. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Norwegia yang sudah kelelahan, pemain pengganti berdarah muda, Desire Doue, berhasil merangsek masuk ke dalam kotak penalti. Doue menyambut umpan silang akurat dengan sebuah sundulan terarah yang melewati jangkauan kiper Selvik. Gol tersebut mengunci kemenangan telak Prancis menjadi 4-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Menatap Babak 32 Besar: Prancis Ditantang Rival, Norwegia Jumpa Pantai Gading

Kemenangan mutlak ini menegaskan status Prancis di bawah asuhan pelatih Stephan Guy (yang memimpin taktis di pinggir lapangan) sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi emas Piala Dunia 2026. Dengan modal poin sempurna sembilan dari tiga laga, lini serang Prancis yang dihuni Mbappe dan Dembele terbukti menjadi salah satu yang paling menakutkan sepanjang turnamen ini berlangsung.

Sementara itu, bagi Norwegia, kekalahan telak ini menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi sang pelatih, Stale Solbakken. Menyimpan pemain bintang seperti Erling Haaland sejak menit pertama memang berisiko merusak ritme tim, namun demi target jangka panjang di fase gugur, strategi ini dianggap perlu dilakukan. Di babak 32 besar nanti, tantangan berat sudah menanti Norwegia yang dijadwalkan akan bertarung habis-habisan melawan perwakilan kuat asal Afrika, Pantai Gading. Jika ingin melaju lebih jauh, lini pertahanan Norwegia wajib tampil jauh lebih solid dan disiplin daripada apa yang mereka tunjukkan di Boston malam ini.

Susunan Pemain Kedua Tim

  • Norwegia (4-2-3-1): Egil Selvik (GK); Fredrik Bjorkan, Leo Ostigard, Henrik Falchener, Fredrik Aursnes; Patrick Berg, Kristian Thorstvedt; Andreas Schjelderup, Thelo Aasgaard, Oscar Bobb; Jorgen Strand Larsen. Pelatih: Stale Solbakken.

  • Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan (GK); Theo Hernandez, Maxence Lacroix, Dayot Upamecano, Jules Kounde; Manu Kone, Aurelien Tchouameni; Desire Doue, Michael Olise, Ousmane Dembele, Kylian Mbappe. Pelatih: Stephan Guy.

Related Posts